bischoffweiss.com – Biaya transfer yang dikenakan secara eksplisit (upfront fee) hanyalah sebagian kecil dari total biaya yang sebenarnya ditanggung nasabah dalam transfer internasional tradisional. Masalah struktural kedelapan terletak pada nilai tukar valuta asing (valas) yang tidak transparan, yang menjadi sumber keuntungan tersembunyi (spread margin) bagi bank perantara.
Biaya Tersembunyi dalam Spread
Dalam transfer lintas batas yang melibatkan konversi mata uang (misalnya Rupiah ke Dolar AS), nasabah jarang mendapatkan nilai tukar pasar tengah (mid-market rate). Bank, baik bank pengirim maupun bank koresponden yang melakukan konversi di tengah jalan, akan menerapkan nilai tukar retail yang dinaikkan (padded):
- Manipulasi Nilai Tukar: Bank menetapkan nilai jual mata uang (kurs jual) yang lebih tinggi daripada nilai beli (kurs beli), menciptakan selisih (spread). Spread ini adalah keuntungan bank.
- Ketidakjelasan Waktu Konversi: Nasabah sering kali tidak tahu persis di titik mana dalam rantai transfer konversi mata uang terjadi. Jika transfer melewati beberapa bank koresponden di berbagai negara, setiap perantara berpotensi menerapkan spread valasnya sendiri.
- Nilai Tukar yang Buruk (Poor Rate): Nilai tukar yang ditawarkan kepada nasabah seringkali jauh lebih buruk daripada nilai tukar antarbank resmi, mengakibatkan penerima mendapatkan jumlah mata uang yang jauh lebih sedikit.
Dampak yang Tidak Disadari Nasabah
Karena nasabah hanya melihat biaya transfer tetap ($X) dan nilai yang dikirim, mereka tidak menyadari bahwa mereka kehilangan persentase signifikan dari dana pokok karena spread yang buruk.
- Contoh: Untuk transfer senilai USD10.000, bank mungkin menambahkan margin 1,5% ke nilai tukar resmi. Margin 1,5% ini setara dengan USD150 yang diambil bank, di atas biaya transfer tetap. Karena margin ini “tersembunyi” dalam nilai tukar, nasabah sering menganggapnya sebagai biaya pasar.
Kebutuhan akan Transparansi Harga
Inovasi FinTech berhasil mengatasi masalah ini dengan memisahkan biaya spread valas dan biaya transfer:
- Penerapan Nilai Pasar Tengah: Platform pembayaran modern berjanji untuk memberikan nilai tukar pasar tengah yang sebenarnya dan kemudian mengenakan biaya transaksi yang kecil dan jelas.
- Transparansi Penuh: Mereka menampilkan secara eksplisit berapa banyak yang dipotong sebagai biaya (fee) dan berapa banyak yang dipotong sebagai selisih nilai tukar (spread), memungkinkan nasabah untuk melihat total biaya transfer yang sebenarnya di muka.
Praktek bank koresponden untuk mendapatkan keuntungan ganda dari biaya transfer dan spread valas yang buram adalah alasan utama mengapa transfer internasional tradisional tetap mahal dan tidak efisien.
Leave a Reply