Kurangnya Visibilitas (Visibility) dan Ketidakpastian: ‘Dana Hilang’ di Jalur Transfer

bischoffweiss.com – Masalah terakhir, yang mungkin paling menjengkelkan bagi nasabah korporat maupun individu, adalah kurangnya visibilitas dan kepastian pelacakan dalam sistem transfer internasional tradisional. Sistem ini sering menciptakan apa yang disebut “dana hilang di tengah jalan” atau black box effect.

Efek “Kotak Hitam”

Dalam jaringan bank koresponden:

  1. Kurangnya Pelacakan End-to-End: Ketika Bank A mengirim dana ke Bank D melalui Bank B dan Bank C (perantara), Bank A sering kehilangan jejak dana begitu dana tersebut meninggalkan sistem mereka. Mereka hanya dapat mengandalkan konfirmasi pesan SWIFT, bukan lokasi dana secara real-time.
  2. Ketidakpastian Waktu Tiba: Karena tidak ada pelacakan terpusat dan transfer bergantung pada jam operasional serta penyelesaian setiap bank perantara, waktu penyelesaian menjadi sangat tidak pasti (bisa 2 jam, bisa 5 hari). Ketidakpastian ini menghambat perencanaan bisnis dan menciptakan risiko keuangan bagi perusahaan.
  3. Tingginya Biaya Investigasi: Ketika dana tidak tiba, nasabah harus meminta bank pengirim untuk melakukan investigasi (Trace and Recall). Proses ini mahal, memakan waktu berminggu-minggu, dan seringkali dikenakan biaya investigasi yang ditanggung nasabah.

Upaya Perbaikan Tradisional: SWIFT gpi

Untuk mengatasi masalah transparansi ini, SWIFT telah memperkenalkan inisiatif SWIFT Global Payments Innovation (gpi). Gpi berupaya menyediakan pelacakan end-to-end yang lebih baik dan transparansi biaya melalui fitur:

  • Tracker: Sebuah tracker memungkinkan bank untuk melihat status transfer secara real-time, termasuk kapan dana diterima oleh bank perantara dan kapan biaya dikurangkan.
  • Waktu Penyelesaian yang Lebih Cepat: Gpi menetapkan target penyelesaian pembayaran yang lebih cepat.

Namun, implementasi gpi bergantung pada adopsi oleh setiap bank anggota, dan sistem ini masih mendasarkan pada pesan tradisional, bukan penyelesaian transaksi secara langsung.

Solusi Revolusioner DLT

Teknologi DLT mengatasi masalah visibilitas ini secara inheren. Dalam jaringan DLT, ledger yang terdistribusi dan dibagikan berfungsi sebagai tracker dan sistem penyelesaian sekaligus.

  • Penyelesaian Atomic: Transfer dana terjadi hampir seketika. Jika transaksi tereksekusi, dana telah tiba. Jika tidak, dana tidak pernah meninggalkan pengirim, sehingga tidak ada “dana hilang”.
  • Visibility Penuh: Karena semua pihak (bank/institusi yang berpartisipasi) dapat melihat ledger yang sama, transparansi lokasi dana adalah 100% dan real-time.

Kesimpulannya, ketidakmampuan sistem tradisional untuk memberikan visibilitas yang jelas dan kepastian waktu penyelesaian telah lama menjadi kelemahan mendasar yang menyebabkan frustrasi pelanggan dan biaya operasional yang tidak perlu.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *