bischoffweiss.com – Masalah terakhir, dan yang paling berdampak sosial, dari ketergantungan pada sistem perbankan koresponden adalah eksklusivitasnya yang menghambat inklusi keuangan global. Arsitektur sistem yang mahal dan kompleks ini secara inheren mendiskriminasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta individu di negara-negara berkembang.
Penghalang Biaya dan Akses
Sistem transfer lama menciptakan hambatan ganda bagi pihak-pihak dengan volume transaksi kecil:
- Biaya yang Prohibitif untuk Remitansi Kecil: Biaya tetap yang dikenakan oleh bank koresponden (biaya perantara, telex charge) menjadi persentase yang sangat besar dari nilai transfer kecil, seperti remitansi (kiriman uang dari pekerja migran). Jika biaya total mencapai $25 untuk transfer $200, ini setara dengan potongan 12.5%—jauh di atas target global untuk biaya remitansi yang ditetapkan oleh organisasi internasional.
- Kebutuhan Akun Bank Formal: Akses ke sistem SWIFT secara fundamental memerlukan individu atau bisnis untuk memiliki hubungan perbankan formal yang mapan. Hal ini secara otomatis mengecualikan miliaran orang dewasa yang unbanked atau underbanked (tidak memiliki atau kurang terlayani oleh bank) di negara-negara berkembang, memaksa mereka bergantung pada money transfer operator tradisional yang juga seringkali mahal.
- Hambatan Regulatori dan Kepatuhan yang Tinggi: Bank koresponden besar sering kali memutuskan hubungan dengan bank-bank kecil di negara berkembang (de-risking) karena biaya kepatuhan (AML/KYC) yang terlalu tinggi. Ini semakin mempersempit jalur transfer formal ke pasar-pasar yang paling membutuhkan.
Dampak pada Ekonomi Lokal
Eksklusivitas ini melumpuhkan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput:
- Mencekik UMKM: Biaya dan ketidakpastian transfer internasional membuat UMKM kesulitan dalam mengimpor bahan baku atau mengekspor produk. Mereka tidak dapat bersaing secara efektif dalam ekonomi global karena biaya transaksi yang tidak dapat diprediksi.
- Mengurangi Nilai Remitansi: Remitansi adalah sumber devisa vital bagi banyak negara berkembang. Setiap biaya yang terpotong dari remitansi berarti lebih sedikit uang yang tersedia bagi keluarga di negara asal untuk pendidikan, kesehatan, dan investasi.
Peran FinTech dalam Mendorong Inklusi
Platform pembayaran baru dan FinTech, yang menggunakan teknologi ledger terdistribusi dan mobile money, secara radikal mengubah lanskap ini:
- Biaya yang Lebih Rendah: Dengan menghilangkan perantara, mereka dapat menawarkan biaya yang sangat rendah, menjadikan remitansi kecil lebih terjangkau.
- Akses Digital: Mereka memungkinkan settlement melalui dompet digital atau mobile wallet tanpa memerlukan rekening bank formal, secara langsung melayani populasi unbanked.
Pergeseran dari sistem yang eksklusif (SWIFT) ke sistem yang inklusif (DLT) tidak hanya masalah efisiensi, tetapi juga imperatif moral untuk mempromosikan inklusi dan pemerataan ekonomi global.
Leave a Reply