Bagaimana Bank Koresponden Main-Main dengan Spread untuk Tipu Nasabah?

Kita sering banget ngeluh soal biaya transfer internasional yang selangit. Tapi tahukah lo kalau sebenernya biaya resminya cuma sedikit? Masalahnya ada di spread yang dimainin sama bank koresponden, dan mereka nggak pernah mau ngakuin ini ke nasabah.

Spread Itu Apa Sih dan Kenapa Bikin Transfer Lu Mahal Banget?

Spread itu selisih antara kurs beli dan kurs jual yang ditetapin bank. Misalnya kurs resmi BI 15.000, tapi bank ngasih lo 14.500 waktu ngirim uang ke luar negeri. Nah, selisih 500 perak itulah spread.

Yang bikin parah? Bank koresponden biasanya ngambil spread gila-gilaan, sampai 5-7% dari jumlah transfer! Bayangin lo ngirim 10 juta, 700 ribu langsung lenyap di spread. Padahal biaya transfer resmi cuma sekitar 50-150 ribu.

“Tapi kan kami transparan, sudah kasih tau kursnya,” alibi favorit mereka. Emang iya? Coba lo tanya ke CS bank berapa spread yang mereka ambil. Niscaya mereka bakal muter-muter jawabnya.

Ada 3 trik kotor yang sering dipake:

1. Spread berlapis, bank lokal ambil spread, trus bank koresponden di luar negeri ambil spread lagi
2. Kurs fantasi, mereka bisa bikin kurs yang beda banget dari pasar
3. Fee tersembunyi, kadang dimasukin ke bagian lain biar nggak keliatan

Yang lebih parah? Sistem perbankan tradisonal emang didesain biar spread ini susah dilacak. Bayangin kayak beli tiket pesawat tanpa tau harganya, baru nanti di tagihan muncul angka random.

Solusi? Pake fintech atau khusus transfer valas yang lebih transparan. Beberapa bahkan bisa kasih spread cuma 0,5-1%. Itu artinya lo bisa hemat sampe 90% dibanding pake bank biasa!

Jangan mau ditipu ama alasan “itu sudah standar industri”. Standar industri aja kadang dibuat-buat biar mereka bisa terus nikmatin keuntungan gila-gilaan. Lo transfer uang, bukan nyumbang ke bank!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *