Pernah transfer uang ke luar negeri terus tiba-tiba jumlahnya berkurang pas sampai? Bukan salah kamu, bukan salah penerima. Ini soal sistem transfer internasional yang masih pakai cara jadul.
Aku pernah transfer USD 1000 ke Jerman. Di aplikasi bank tertulis “USD 1000”. Eh pas nyampe cuma masuk USD 950. Nggak ada notifikasi sebelumnya bahwa bakal ada potongan di jalan. Kok bisa?
Jaring Laba Bank Koresponden yang Nggak Kelihatan
Masalahnya ada di bank koresponden, perantara di negara penerima. Setiap transfer internasional biasanya melewati 2-3 bank koresponden. Masing-masing ambil komisi USD 10-30 per transfer. Bayangin kalau transfer kecil cuma USD 200, hampir 15% hilang begitu aja.
Bank-bank ini juga suka main kurs. Misal kurs resmi 1 USD = Rp15.000, tapi mereka pakai kurs 1 USD = Rp14.800. Selisih Rp200 per dolar itu masuk kantong mereka. Untuk transfer besar, bisa hilang jutaan rupiah gegara permainan kurs begini.
Data SWIFT tahun 2022 bilang 73% transfer internasional masih lewat sistem tradisional yang pake banyak bank koresponden. Padahal fintech udah bisa potong jalur ini sampe 90% lebih murah.
Jadi alesan utama kenapa transfer bank mahal? Bukan karena mereka jahat, tapi sistemnya emang bikin musti bagi-bagi fee ke banyak pihak. Kaya kamu beli kopi di mal yang sewanya mahal, harga kopinya pasti lebih mahal buat nutupin biaya sewa.
Fintech bisa lebih murah karena mereka:
– Punya rekening di banyak negara jadi nggak perlu bank koresponden
– Pake kurs tengah bank (mid-market rate) tanpa markup
– Sistemnya full digital dari ujung ke ujung
Tapi bank punya kelebihan juga. Untuk transfer gede di atas USD 50.000, kadang masih lebih aman pake bank. Soalnya mereka punya jaringan yang lebih luas dan asuransi.
Ngomong-ngomong soal transfer, kamu lebih milih yang murah tapi agak lama, atau yang cepat tapi mahal? Soalnya kadang beda metode transfer beda juga fee dan waktunya. Ada yang 3 hari kerja tapi cuma kena 1% fee, ada yang 10 menit tapi fee-nya 3%.
Buat yang sering transfer internasional, coba cek dulu beberapa opsi. Kadang transfer kecil lebih hemat pake fintech, transfer gede mungkin lebih baik pake bank. Jangan lupa selalu bandingin kurs yang dipake, bukan cuma fee transfernya aja.
Leave a Reply